Ruam Popok: Apa Itu, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Ruam popok, masalah kulit umum pada bayi, bisa diatasi dengan langkah tepat. Temukan informasi lengkap di sini!

Ombi Lomri
By Ombi Lomri - SEO Enthusiast
Foto: iStock

Ruam popok merupakan salah satu masalah kulit yang umum terjadi pada bayi. Kondisi ini ditandai dengan kemerahan, iritasi, dan bahkan lecet pada area popok, seperti bokong, paha, dan kemaluan.

Sebagai orang tua, Moms mungkin merasa khawatir dan ingin segera membantu Si Kecil agar kembali nyaman. Artikel ini akan membahas tentang ruam popok, mulai dari definisi, gejala, hingga cara mengatasinya dengan langkah-langkah mudah.

- Advertisement -

Apa itu Ruam Popok?

Ruam popok adalah iritasi kulit yang muncul di area popok bayi, biasanya di sekitar pantat, paha, dan kemaluan. Iritasi ini ditandai dengan kemerahan, bintik-bintik merah, benjolan kecil, atau bahkan lepuh. Ruam popok dapat terasa gatal dan perih, sehingga membuat si kecil rewel dan mudah menangis.

Penyebab Ruam Popok

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan ruam popok, antara lain:

  • Gesekan popok: Kulit bayi yang halus sangat sensitif terhadap gesekan, terutama jika popok terlalu ketat atau basah.
  • Kelembapan: Kelembapan yang terperangkap di area popok akibat urine dan tinja dapat menjadi tempat berkembang biaknya jamur dan bakteri, yang memicu iritasi kulit.
  • Iritasi bahan: Bahan popok, sabun, tisu basah, atau deterjen pakaian yang tidak sesuai dengan kulit bayi dapat menyebabkan iritasi.
  • Perubahan pola makan: Pengenalan makanan baru atau perubahan pola makan bayi dapat menyebabkan perubahan pada tinja, yang lebih asam dan iritatif bagi kulit.
  • Antibiotik: Penggunaan antibiotik dapat mengganggu keseimbangan bakteri di usus bayi, sehingga meningkatkan risiko jamur dan infeksi pada kulit.

Cara Mengatasi Ruam Popok

Moms, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ruam popok pada si Kecil:

1. Keringkan Bayi Pasca Mandi

Pastikan kulit bayi benar-benar kering sebelum memakaikan popok. Tepuk-tepuk kulit bayi dengan handuk lembut, hindari menggosoknya. Biarkan area popok terkena udara selama beberapa menit sebelum memakaikan popok baru. Sirkulasi udara yang baik dapat membantu mencegah kelembapan dan mengurangi risiko ruam popok.

2. Oleskan Pelembap atau Minyak Khusus Bayi

Oleskan pelembap atau minyak khusus bayi pada area popok setelah dibersihkan dan dikeringkan. Pilih produk yang berlabel hypoallergenic dan fragrance-free untuk mengurangi risiko iritasi.

3. Rutin Mengganti Popok

Ganti popok bayi sesering mungkin, terutama setelah buang air kecil dan besar. Idealnya, popok bayi diganti setiap 2-3 jam, atau lebih sering jika popok terasa basah atau kotor.

4. Mencuci Tangan Sebelum Mengganti Popok

Selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan setelah mengganti popok bayi. Hal ini untuk mencegah perpindahan bakteri dan kuman ke kulit bayi yang dapat memperparah ruam popok.

- Advertisement -

5. Pilih Popok yang Tepat

Pilih popok yang ukurannya sesuai dengan si Kecil. Popok yang terlalu ketat dapat menyebabkan gesekan, sedangkan popok yang terlalu longgar bisa mudah bocor dan meningkatkan kelembapan. Perhatikan juga daya serap popok. Pilih popok dengan daya serap yang baik untuk mengurangi risiko lembap pada kulit bayi.

6. Biarkan Bayi “Telanjang” Popok

Berikan waktu pada kulit bayi untuk “bernapas” dengan membiarkannya tanpa popok selama beberapa menit setiap kali selesai diganti popok. Biarkan area popok terpapar udara untuk mengurangi kelembapan.

7. Gunakan Pakaian Katun yang Longgar

Pakaian yang ketat dan berbahan sintetis dapat memerangkap kelembapan dan mengiritasi kulit bayi. Pakaikan si Kecil baju dan celana yang longgar dan terbuat dari bahan katun yang lembut dan menyerap keringat.

8. Hindari Penggunaan Tisu Basah

Alkohol dan pewangi dalam tisu basah dapat mengiritasi kulit bayi yang sensitif. Gunakan tisu basah khusus bayi yang hypoallergenic dan fragrance-free untuk membersihkan area popok.

9. Konsultasi dengan Dokter

Jika ruam popok tidak membaik dalam beberapa hari, atau jika Moms melihat tanda-tanda infeksi, seperti demam, nanah, atau lepuh, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter akan memberikan diagnosis dan pengobatan yang tepat untuk si Kecil. Ruam popok yang disertai infeksi biasanya membutuhkan penanganan berupa krim antijamur atau antibiotik, tergantung jenis infeksinya.

Ruam popok adalah masalah yang umum terjadi pada bayi. Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, Moms dapat membantu mencegah dan meringankan ruam popok pada si kecil.

Jika ruam popok tidak membaik dengan langkah-langkah di atas, atau jika disertai dengan demam, lemas, atau tanda-tanda infeksi lainnya, segera konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Share This Article
By Ombi Lomri SEO Enthusiast
Follow:
Helo, nama saya Ombi, saya adalah seorang blogger dan SEO. saya sangat suka membaca topik seputar teknologi dan parenting. SEO at MAKUKU | Ex Katadata & Thejakartapost, buku parenting yang sudah dibaca: The Whole-Brain Child, Your One-Year-Old dan The Explosive Child.